Langkah Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)~Seberkas Coretan

Tuesday, 25 June 2013

Langkah Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

       KKM atau yang bisa disebut Kriteria Ketuntasan  Minimal yang sesuai dengan pelaksanaan Standar Isi, yang menyangkut masalah Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KDmaka sesuai dengan petunjuk dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, maka dipandang perlu setiap sekolah-sekolah untuk menentukan Standar Ketuntasan Minimal (KKM)-nya masing-masing sesuai dengan keadaan sekolah dimana sekolah itu berada.

       Sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan oleh BSNP maka ada beberapa rambu-rambu yang harus diamati sebelum ditetapkan KKM di sekolah. Adapun rambu-rambu yang dimaksud adalah :
  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran.
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah.
  3. KKM dinyatakan dalam bentuk prosentasi berkisar antara 0-100, atau rentang nilai yang sudah  ditetapkan.
  4. Kriteria ditetapkan untuk masing-masing indikator idealnya berkisar 75 %
  5. Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah kreterian ideal ( sesuai kondisi sekolah)
  6. Dalam menentukan KKM haruslah dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas indikator, serta kemampuan sumber daya pendudkung.
  7. KKM dapat dicantumkan dalam LHBS sesuai model yang ditetapkan atau dipilih sekolah.
Ada beberapa kreteria penetapan KKM yang dapat dilaksanakan , diantaranya :

  1. Kompleksitas indikator ( kesulitan dan kerumitan)
  2. Daya dukung ( sarana dan prasarana yang ada, kemampuan guru, lingkungan, dan juga masalah biaya)
  3. Intake siswa ( masukan kemampuan siswa )

Kemudian dalam menafsirkan KKM dapat pula dilakukan dengan beberapa cara, dainataranya :
A. Dengan cara memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan (dalam bentuk %):
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )
    Kompleksitas tinggi pointnya = 1
    Kompleksitas sedang pointnya = 2
    Kompleksitas rendah poinya = 3
2. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)
    Daya dukung tinggi pointnya = 3
    Daya dukung sedang pointnya = 2
    Daya dukung rendah pointnya = 1
3. Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)
    Intake siswa tinggi pointnya = 3
    Intake siswa sedang pointnya = 2
    Intake siswa rendah poinnya = 1

Contoh :
Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut:
Kompleksitas rendah =3, daya dukung tinggi =3, intake siswa sedang = 2, maka KKM-nya adalah (3 + 3 + 2) x 100 : 9 = 88,89 %

B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kreteria, yakni :
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )
    Kompleksitas tinggi rentang nilainya = 50-64
    Kompleksitas sedang rentang nilainya = 65-80
    Kompleksitas rendah rentang nilainya = 81-100
2. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)
    Daya dukung tinggi rentang nilainya = 81-100
    Daya dukung sedang rentang nilainya = 65-80
    Daya dukung rendah rentang nilainya = 50-64
3. Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)
    Intake siswa tinggi rentang nilainya = 81-100
    Intake siswa sedang rentang nilainya = 65-80
    Intake siswa rendah rentang nilainya = 50-64

       Jika indikatornya memiliki Kriteria sebagai berikut:  kompleksitas sedang, daya dukung tinggi, dan intake sedang, maka KKM-nya adalah rata-rata setiap unsur dari kriteria yang telah kita tentukan. ( Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP).

Contoh:
Kompleksitas sedang =75, daya dukung tinggi= 90, intake sedang = 70 maka KKM-nya adalah ( 75 + 90 +70) : 3= 78,3

C. Dengan cara memberikan pertimbangan profesional judgment pada setiap kriteria untuk
     menetapkan nilai :
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )
    Kompleksitas tinggi
    Kompleksitas sedang
    Kompleksitas rendah
2. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)
    Daaya dukung tinggi
    Daya dukung sedang
    Daya dukung rendah
3. Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)
    Intake siswa tinggi
    Intake siswa sedang
    Intake siswa rendah

Contoh :
Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang, maka dapat dikatakan bahwa dari ketiga komponen diatas hanya satu komponen saja yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan masimal 100 yaitu intake (sedang). Jadi dalam hal ini guru dapat menetapkan kreteria ketuntasan antara 90-80. ( Pedoman penetapa KKM dari BSNP, 2006).

       Dalam menafsirkan KKM sebelumnya kita harus mengetahui bagaimana tingkatan-tingkatan dari komponen seperti kompleksitas, daya dukung, dan intake. Hal ini dimaksudkan agar guru  atau pihak sekolah jangan sampai salah dalam menetapkan KKM, karena bila salah dalam menentukan KKM akan sangat merugikan pada siswa.

       Karena sesuai dengan peraturan apabila sampai mata pelajaran diperoleh anak berada dibawah KKM ( tidak tuntas ), maka anak tersebut tidak memenuhi syarat untuk naik kelas, bila samapi minimal tiga mata pelajaran yang tidak tuntas.

0 komentar: